Putra Danau

Just another Blogdetik.com weblog

KONSUMTIF DI BULAN RAMADHAN MEMBUAT HARGA SEMBAKO MELONJAK

Saat ini sudah menjadi sebuah tradisi di negeri kita bahwa setiap menjelang bulan Ramadhan, harga sembilan bahan pokok selalu melonjak. Hal ini membuat berbagai kalangan masyarakat mengeluh karena naiknya harga tidak diikuti dengan naiknya daya beli atau pendapatan. Ini diakibatkan karena tingginya angka kebutuhan sembako di bulan Ramadhan. Secara logika, kenyataan ini agak aneh di mana pada bulan Ramadhan, waktu makan hanya dua kali sehari yaitu saat berbuka dan sahur. Sementara di luar bulan puasa, umumnya orang makan tiga kali sehari. Tapi kenapa angka kebutuhan sembako di bulan puasa ini justru bertambah? Tentu saja hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat Muslim yang jutru semakin konsumtif di bulan Ramadhan. Bukannya mengurangi, malah menambah menu dan porsi makanan. Padahal di bulan suci ini, kita dianjurkan untuk lebih mengencangkan ikat pinggang dan mengambil hikmah dari berpuasa yang salah satunya adalah berbagi atau peduli kepada fakir miskin. Kita sebaiknya memperbanyak sedekah karena sedekah di bulan Ramadhan lebih tinggi derajatnya daripada bulan-bulan lainnya sebagaimana Rasulullah telah mencontohkan. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori bahwa kedermawanan Rasulullah itu melebihi angin yang berhembus.

Kita lihat saja pasar-pasar kaget yang digelar pada bulan Ramadhan, luar biasa pengunjungnya. Terutama pasar yang menyediakan santapan buka puasa. Yang namanya orang lagi berpuasa, besar sekali keinginan untuk menyantap berbagai menu makanan. Sehingga bagi yang merasa mampu untuk membuat atau membeli menu makanan dalam jumlah yang banyak, tentu bukan hal yang sulit. Tapi setelah berbuka, kenyataannya berbeda. Selera makan justru berkurang sehingga tinggallah makanan yang telah disediakan tadi sampai basi. Bukankah ini merupakan hal yang berlebihan? Bukankah lebih baik jika kelebihan itu kita sumbangakan kepada fakir-miskin, anak yatim dan panti asuhan yang memang selalu kekurangan?

Tetapi di pihak lain, ada juga yang selera makannya justru meningkat di bulan puasa. Sehingga muncul istilah balas dendam setelah berbuka. Puasa yang seharusnya bisa menyehatkan karena akan menurunkan kadar kolesterol, kadar gula, gangguan pencernaan dan kegemukan ternyata malah semakin memperparah karena pola makan dan porsi makan yang tidak dijaga dengan baik.

Kegiatan-kegiatan buka puasa bersama juga marak dilakukan saat bulan Ramadhan. Baik oleh instansi Pemerintah, Swasta maupun pribadi. Sebenarnya ini adalah hal yang positif karena memberi buka puasa kepada orang berpuasa pahalnya besar. Tapi sayangnya, jarang melibatkan orang-orang yang tidak mampu. Kebanyakan acara-acara tersebut digelar hanya untuk kepentingan tertentu seperti menarik hati para tokoh-tokoh yang berpengaruh, menarik hati para pelanggan dan promosi.

Nah kebiasaan-kebiasaan di atas membuat angka kebutuhan sembako meningkat drastis. Meningkatnya angka kebutuhan selalu diikuti dengan naiknya harga. Sehingga hal ini mempengaruhi melonjaknya harga sembako di bulan Ramadhan. Kalau saja seluruh umat Islam di Indonesia mau berubah dengan dengan lebih mengencangkan ikat pinggang, meningkatkan ibadah, meningkatkan empati sosial dan tidak berlebihan di bulan puasa yang suci ini, saya yakin persoalan meningkatnya harga sembako di bulan Ramadhan akan lebih kecil karena Allah akan menurunkan berkah yang banyak.(kml)

Kenapa Bulan Ramadhan menjadi Bulan Petasan?

Sudah menjadi kebiasaan di negeri kita ini setiap kali ada acara keagamaan atau pesta rakyat, petasan menjadi salah satu pelengkap. Di sana-sini terdengar tarrr, terr, torrr. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun malah jadi pelopor. Tapi okelah, untuk kegiatan non keagamaan kita kesampingkan dulu.

Yang perlu disoroti adalah main petasan di bulan suci Ramadhan. Sebagaimana kita sering dengarkan dari para Ustadz dan Penceramah bahwa bulan Ramadhan adalah bulan suci, bulan pendidikan, bulan Al Qur’an, bulan ibadah dan bulan sedekah. Tapi apa yang kita saksikan? Bulan Ramadhan justru menjadi bulan petasan. Padahal sebelum memasuki bulan Ramadhan, Kepolisian sudah melarang menggunakan petasan. Tapi begitulah masyarakat kita. Jika hanya dihimbau dan dilarang, sulit untuk diindahkan.
Kadang hati ini merasa sangat jengkel ketika orang dimasjid sedang khusyu’ melaksanakan Sholat Tarawih, di sana-sini terdengar bunyi petasan yang menggema bersahut-sahutan. Apalagi jika petasan dibunyikan dekat masjid, tentu saja akan mengagetkan dan menghilangkan kekhusyu’an. Sehingga membuat malam yang seharusnya hening untuk beribadah menjadi malam yang hingar-bingar. Di tambah lagi saat bangun sahur, bunyi petasan kembali bersahut-sahutan. Selain akan mengganggu orang beribadah, petasan di malam hari dan waktu sahur juga akan mengganggu tidur orang-orang yang tidak menjalankan ibadah puasa. Saya jadi ingat keluhan seorang teman non Muslim yang membuat status di facebooknya dengan kata-kata: ”Masih gak ngerti juga rakyat nich ya…sudah ada larangan menggunakan petasan tapi masih juga…dan yang paling kesalnya jam 3.00 dini hari sudah tarrrr… tarrrr…tarrrrrrrrr…ciussshhhhh…tarrrrr….bagaimana caranya ya agar rakyat tadi menghargai orang lain ????”. Jujur saja sebagai umat Islam saya jadi malu dengan kata-katanya itu. Jika hal-hal seperti ini terus dibiarkan, bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain bahwa Islam adalah rahmat seluruh alam, sementara pemeluknya tidak menghargai agamanya sendiri?
Jika kita telaah manfaat dari petasan ini, sama sekali tidak ada. Malah boleh dikatakan hanya membuang uang sia-sia. Atau mungkin petasan ini malah memakan korban seperti yang biasa kita saksikan di media maassa tentang korban ledakan pabrik petasan. Bukankah lebih baik jika kita mengajarkan kepada anak-anak kita menjadi penderma di bulan suci ini? Uang yang dipake untuk membeli petasan itu lebih baik disedekahkan kepada fakir miskin. Dan bukankah lebih baik jika kita mengajarkan kepada anak-anak kita agar lebih banyak beribadah daripada bermain petasan?
Saya justru berpikir, kenapa orang-orang yang sering melakukan razia terhadap toko-toko penjual makanan di siang hari, tidak melakukan razia atau larangan juga kepada orang-orang yang bermain petasan di malam hari saat orang sedang menjalankan Ibadah? Bukankah ibadah di malam hari juga sangat penting? Jangankan ada suara bising, saat sepi pun kadang kita masih sulit untuk mendapatkan sholat yang khusyu. (kml)

Anti Kritik Berarti Merasa Diri Yang Terbaik

Seorang motivator berkebangsaan Amerika yang bernama Norman Vincent Peale mengatakan bahwa \”Masalah yang ada pada kita adalah bahwa kita lebih suka dihancurkan oleh pujian ketimbang diselamatkan oleh kritikan yang diberikan\”. Perkataan Norman ini menggambarkan bahwa pada umumnya manusia itu tidak berjiwa besar sehingga ketika dikritik maka dia akan bereaksi untuk menangkal atau membalas kritikan tersebut. Padahal jika dia berjiwa besar atau bijak maka setiap kritikan yang dilontarkan kepadanya akan dijadikan sebagai pemicu untuk berbuat atau bertindak lebih baik. Daripada mendapatkan pujian terus menerus yang lambat laun pujan-pujian itu akan membuatnya semakin terlena dan besar kepala sehingga tidak ada lagi semangat untuk memperbaiki diri karena dia sudah merasa sebagai yang terbaik atau sempurna. Padahal di dunia ini tidak ada yang sempurna, tidak ada yang terbaik dan tidak ada yang abadi. Saya biasa mendengar kata-kata orang bijak yang mengatakan bahwa \”saya tidak bisa menjadi yang terbaik, tetapi saya bisa melakukan yang terbaik\”.

Orang yang anti kritik berarti merasa diri sebagai yang terbaik atau sempurna. Orang yang anti kritik, ketika dikritik maka dia akan bereraksi untuk membalas kritikan tersebut. Saya biasa menonton tayangan dialog di TV Swasta, di mana biasa terjadi perdebatan sengit antara yang mengkritik dan yang dikritik. Sengitnya karena yang dikritik ini sangat reaktif dan berusaha untuk melakukan pembelaan dengan sangat emosional. Bahkan kadang-kadang sudah seperti anak-anak yang tidak mengerti etika karena saling mempertahankan pendapat. Yang disayangkan karena berdebat di depan kamera TV yang ditonton oleh jutaan masyarakat.

Alangkah indahnya jika dikritik kemudian menjawab kritikan itu dengan kata-kata yang bijak. Misalnya \”Terimakasih atas masukannya yang berharga. Saya akan memperbaikinya dan tolong jangan berhenti untuk memberikan masukan\”. Saya yakin si pengkritik juga akan senang.

Yang pasti bahwa kritikan akan selalu membayangi kita. Maka bersiap-siaplah untuk selalu menerima kritikan dan balaslah kritikan dengan berbuat yang terbaik. Seperti kata Anna Eleanor Roosevelt \”Anda akan dikritik orang ketika melakukan sesuatu. Anda juga akan dikritik ketika tidak melakukan sesuatu. Jadi, lakukan saja apa yang menurut anda benar\”.

HATI YANG SELALU MERASA CUKUP

Oleh: Kamal Suraba

Sebagai manusia biasa kadang-kadang kita berangan-angan bagaimana rasanya menjadi orang kaya yang serba kecukupan. Mau beli ini bisa, mau beli itu bisa. Tentunya kita juga akan merasa bahwa jika memiliki banyak harta dan uang, maka otomatis kita akan bahagia. Ditambah lagi dengan perasaan bahwa jika memiliki banyak harta dan uang akan menjadi orang terpandang dan memiliki poularitas, maka perasaan-perasaan seperti itu banyak melahirkan ambisi yang tidak terkendali sehingga harus menghalalkan segala cara demi menggapai ambisi itu tanpa mau lagi memperhatikan batasan-batasan dan norma-norma dalam kehidupan beragama dan adat istiadat.

Betapa banyak orang yang terkesima dengan kilauan harta orang lain. Tidak pernah merasa cukup dengan harta dan penghasilan yang ia miliki. Jika sudah mendapatkan suatu materi dunia, dia ingin terus mendapatkan yang lebih. Jika baru mendapatkan sepeda motor, dia ingin mendapatkan mobil. Jika sudah memiliki mobil, dia ingin mendapatkan mobil yang lebih mewah lagi. Dan seterusnya sampai pesawat pun dia inginkan. Itulah watak manusia yang tidak pernah puas.

Lantas apakah bila seseorang sudah menjadi kaya raya, terpandang dan terkenal otomatis menjadi orang yang selalu bahagia? Apakah jika sudah menjadi kaya kita sudah merasa cukup? Ternyata tidak! Lalu bagaimana agar dalam hidup ini seseorang bisa merasa cukup dan bahagia dengan apa yang dia miliki?

Sikap yang benar adalah, hendaklah seseorang selalu melihat orang di bawahnya dalam masalah harta dan penghasilan. Betapa banyak orang di bawah kita berada di bawah garis kemiskinan. Untuk makan sehari-hari saja mesti mencari utang sana-sini, dan masih banyak di antara mereka keadaan ekonominya jauh di bawah kita.

Nabi Muhammad Shallallaahu ’Alahi Wa Sallam bersabda dalam salah satu haditsnya ”Lihatlah orang yang di bawah kalian dan jangan melihat orang yang di atas kalian karena dengan begitu kalian tidak akan meremehkan karunia Allah yang dilimpahkan-Nya kepada kalian.”

Hadits ini mengajarkan kepada kita agar kita selalu mensyukuri harta yang kita dapatkan dari hasil keringat kita. Dengan kata lain, penghasilan yang kita dapatkan harus selalu disyukuri. Karena orang yang selalu bersyukur, akan selalu merasa cukup bahkan merasa kaya. Sebaliknya jika setiap bulan menerima gaji, tapi tidak pernah disyukuri dan merasa cukup, maka kita tidak akan pernah menikmati apa yang telah kita dapatkan. Orang yang tidak memiliki rasa syukur, juga akan selalu melihat ”Rumput Tetangga Lebih Hijau”. Sehingga tidak sedikit yang mengalami kekecewaan setelah menikmati rumput hijau itu, ternyata tidak sehijau yang dilihat. Tentunya penyesalan tidak pernah berada di depan. Termasuk tidak memiliki rasa syukur adalah orang yang tidak pernah puas dengan pekerjaan dan posisi yang dia miliki. Dengan kata lain dia tidak pernah menikmati pekerjaannya. Padahal di luar sana masih banyak orang yang begitu sulitnya mencari pekerjaan. Jangankan yang permanen, yang status kontrakpun begitu sulit.

Namun hadits di atas sama sekali tidak melarang kita untuk menjadi orang kaya atau memiliki banyak uang. Bahkan jika memang kita mampu menjadi orang kaya maka itu lebih baik. Karena orang yang memiliki banyak harta maka akan lebih leluasa dan mampu memberi serta membantu sesama. Misalnya dengan membuka lapangan kerja untuk orang banyak, memberikan santunan kepada orang-orang miskin, membangun sarana-sarana pendidikan, membiayai anak-anak sekolah yang tidak mampu dan masih banyak lagi. Banyak keutamaan-keutamaan menjadi orang yang memiliki banyak harta. Sebagaimana dalam Hadits Nabi juga dikatakan ” Tangan yang di atas (pemberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (penerima). (HR. Bukhari).

Kita juga tidak dilarang untuk mengembangkan karir jika kita bekerja di perusahaan. Jika kita mampu, maka semakin tinggi posisi kita maka akan semakin baik. Karena setiap manusia telah dinugerahkan oleh Sang Maha Pencipta berupa kelebihan dan potensi. Kelebihan dan potensi inilah yang disebut dengan amanah. Sedangkan amanah harus diemban.

Sebagai kesimpulan bahwa untuk merasa cukup kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki dalam hal penghasilan dan harta. Salah satu caranya adalah dengan selalu melihat orang-orang yang kedudukannya atau status sosialnya di bawah kita. Jika kita selalu merasa cukup dengan penghasilan dan harta yang kita miliki maka kita akan selalu merasa kaya sebagaimana Nabi Muhammad menjelaskan dalam haditsnya, beliau bersabda ”Kekayaan (yang hakiki) bukanlah dengan banyaknya harta. Namun kekayaan (yang hakiki) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kutipan dari berbagai sumber.

Menembus Keterbatasan Diri

Oleh: Kamal Suraba

Mungkin artikel seperti ini sudah berkali-kali anda baca dan mungkin sudah tidak menarik lagi. Tetapi saya mencoba mengangkatnya kembali dengan harapan bisa menjadi motivasi bagi diri saya dan orang-orang yang ingin menembus keterbatasan mereka untuk meraih impian.

Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya. Namun apa yang terjadi bila ia dimasukkan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan di sana selama satu atau dua minggu? Hasilnya kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja. Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat melompat tinggi. Tapi ia selalu terbentur dengan dinding kotak korek api. Ia mencoba dan mencoba lagi namun selalu terbentur. Dia terus melakukan itu hingga dia mulai ragu akan kemampuannya. Ia mulai berpikir, ”Sepertinya kemampuan saya memang hanya seperti ini”. Kemudian lompatannya disesuaikan dengan tinggi korek api. Akhirnya aman dan dia tidak terbentur lagi. Saat itu dia menjadi yakin bahwa kemampuan lompatannya hanya seperti itu.
Ketika kutu itu dikeluarkan dari kotak korek api dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatannya hanya setinggi kotak korek api. Kemampuan sesungguhnya menjadi tidak tampak karena kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Sesungguhnya di dalam diri dan sekeliling kita juga banyak kotak korek api. Teman kerja yang selalu memberikan rasa pesimis termasuk kotak korek api. Misalnya saja dia berkata begini ”Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan”.
Diri kita pun bisa menjadi sebuah kotak korek api ketika kita tidak pernah yakin akan kemampuan diri kita. Misalnya saja karena pengaruh kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia tua dan lain sebagainya.

Bila ingin potensi anda yang sesungguhnya muncul, maka anda harus mengambil langkah tepat untuk menembus kotak korek api tersebut. Anda harus menembus keterbatasan anda. Lihatlah Ucok Baba. Dengan tinggi tubuh di bawah rata-rata, tetapi dia mampu menjadi seorang presenter di stasiun televisi. Hellen Keller yang buta, tuli dan gagu tetapi mampu lulus dari Harvard University. Bill Gates yang tidak menyelesaikan pendidikan sarjananya tetapi mampu menjadi seorang “raja” komputer. Andre Wongso, seorang motivator terkenal di Indonesia ternyata tidak menamatkan sekolah dasar.

Contoh lain adalah Nelson Mandela. Dia berhasil menjadi presiden Afrika Selatan setelah berumur 65 tahun. Begitupun Kolonel Sanders yang berhasil membangun jaringan restoran fast food ketika usianya sudah lebih dari 62 tahun. Kedua orang ini memberikan gambaran kepada kita bahwa usia tua bukan halangan untuk mengejar impian.

Nah jika anda masih terkungkung di dalam keterbatasan, berarti andah masih terjajah dengan pemikiran anda. Orang-orang seperti Ucok Baba, Helen Keller, Andre Wongso, Bill Gates dan masih banyak lagi, adalah orang-orang yang berhasil menembus keterbatasan mereka. Mungkin anda akan berkata, “Memang bisa tapi sulit”. Ya memang sulit jika kita tidak pernah mencoba dan mencoba. Tapi jika suatu saat anda berhasil maka anda akan mengatakan, “Memang sulit tapi bisa”.

Namun satu hal yang tidak boleh dilupakan sebagai modal untuk bisa menembus keterbatasan kita adalah belajar. Dengan belajar berbagai ilmu kita berpeluang untuk menjadi orang yang besar dengan jiwa besar pula. Salah satu contoh keberhasilan dari belajar ini bisa kita lihat pada diri Houtman Zainal Airifin. Dia hanya lulusan SMA dan memulai karir dari level paling bawah yaitu menjadi Office Boy di kantor City Bank Indonesia. Siapa yang menyangka kalau akhirnya Houtman bisa menjadi Vice President, posisi tertinggi untuk orang Indonesia di City Bank? Ternyata modalnya hanya banyak belajar dan membantu pekerjaan orang-orang di kantor tempat dia bekerja.

Orang yang selalu haus akan ilmu tidak akan pernah puas dengan ilmunya sehingga dia akan terus belajar dan belajar.

Kutipan dari berbagai sumber

Memulai Hal Positif Dari Diri Sendiri

Oleh: Kamal Suraba

Salah satu perilaku yang sangat positif dan telah banyak mengantarkan orang-orang menuju kesuksesan adalah memulai hal positif dari diri sendiri. Misalnya memulai disiplin terhadap diri sendiri, membuang sampah pada tempatnya, menolong orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, mentaati peraturan lalu lintas dan lain sebagainya. Perilaku ini tidaklah sulit dan juga tidak membebani orang lain karena toh yang akan melakukan adalah diri kita sendiri. Namun sayangnya perilaku ini sulit kita terapkan karena berbagai alasan. Misalnya saja tidak mau disiplin di tempat kerja karena atasan sendiri tidak disiplin atau tidak mau mentaati peraturan lalu lintas karena adanya beberapa oknum aparat yang justru melanggar peraturan lalu lintas. Lantas apa untungnya jika kita tidak disiplin atau tidak mentaati peraturan lalu lintas? Bukankah justru kerugian yang akan kita dapatkan jika kita melanggar? Tapi itulah kenyataan yang banyak kita temukan baik di rumah, di kantor maupun di jalanan. Padahal sekiranya kita semua menyadari bahwa memulai sesuatu yang positif dari diri sendiri akan menghasilkan hal-hal yang positif pula, maka kita akan berlomba-lomba untuk melakukan sebuah kebaikan.
Sebagai contoh, kita membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan kita memulainya di rumah. Tentunya kita akan berusaha untuk menyediakan tempat sampah dan mendisiplinkan diri untuk selalu membuang sampah pada tempat yang kita sudah sediakan. Apabila sudah menjadi kebiasaan maka ketika berada di luar rumah kita akan berusaha untuk tetap membuang sampah pada tempatnya. Karena ada perasaan risih atau tidak nyaman jika kita melakukan sebuah tindakan yang bukan merupakan kebiasaan kita. Nah, jika kebiasaan-kebiasaan positif seperti ini mampu kita tularkan kepada orang lain, maka kita akan menjadi seorang agen kebaikan. Namun jika hanya kejelekan demi kejelekan yang mampu kita contohkan, cepat atau lambat kita sendiri yang akan mengalami akibatnya.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan memulai dari diri sendiri :

1. Memulai berpikir positif
Sebelum melakukan sebuah tindakan positif, terlebih dahulu kita awali dengan perpikir positif. Jangan terpengaruh oleh pikiran-pikiran negatif yang justru akan menggagalkan kita dalam melakukan kebaikan. Misalnya ketika ingin mendisiplinkan diri terhadap peraturan di kantor, jangan terpengaruh oleh pikiran-pikiran atau hasutan-hasutan yang mengatakan, ”Ah nanti jika saya disiplin, apa kata teman-teman? Nanti saya dicap penjilat atau apalah? Hilangkan pikiran seperti itu. Karena itu hanyalah bisikan-bisikan syetan yang akan menggagalkan kita.

2. Memulai melakukan kebaikan
Jika ada niat atau peluang untuk melakukan sebuah kebaikan, jangan ditunda walaupun itu hanya memberikan sebuah koin 1000 rupiah kepada pengemis di jalanan atau fakir miskin. Mungkin koin 1000 rupiah itu tidak bernilai bagi kita tapi sangat bernilai di mata orang-orang yang miskin. Jika melakukan-hal-hal kecil saja kita sudah berat, bagaimana bisa kita melakukan hal-hal yang besar?

3. Memulai memberikan contoh yang baik
Dengan banyak melakukan hal-hal yang positif atau kebaikan, maka secara otomatis kita telah memberikan contoh yang baik. Apakah itu bagi anak-anak kita, murid-murid kita, bawahan kita atau orang-orang yang berada di bawah pengaruh kita. Kita biasa mendengar istilah ”Memimpin Dengan Contoh”. Seorang pemimpin, jika ingin sukses dalam memimpin bawahannya maka dia harus selalu memberikan contoh yang baik agar bisa ditiru oleh bawahnnya. Baik itu dalam ucapan, maupun tindakan. Kita semua adalah pemimpin. Walaupun kita hanya menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri.

Ketiga hal di atas hanyalah sebagian kecil dari sebagian besar hal-hal positif yang bisa kita lakukan. Tetapi bukankah lebih baik kita memulai dari hal yang kecil dulu? Lebih baik berbuat sedikit daripada tidak melakukan sama sekali. Jika anda ingin melihat sebuah perbahan yang baik, maka mulailah perbahan itu dari diri anda sendiri.(kms)

PESONA WISATA DANAU MATANO

Danau Matano, demikian nama sebuah danau yang terletak di wilayah Kabupaten Luwu Timur propinsi Sulawesi Selatan. Danau ini masuk kategori terdalam ke enam di dunia (sumber : majalah National Geographic). Di sekeliling danau terdapat tiga pemukiman penduduk yaitu Desa Matano, Desa Nuha dan Sorowako. Di Sorowako inilah beroperasi salah satu tambang nikel terbesar di dunia yang kemudian keberadaan perusahaan ini akhirnya menjadikan Sorowako menjadi sebuah kota kecil yang penduduknya terdiri dari berbagai suku dan etnis. Namun kemajemukan suku ini justru menjadi sebuah daya tarik tersendiri karena budaya kerukunan dan kebersamaan masyarakatnya terjalin dengan kuat.

danau-matano-di-pagi-hari_photo-oleh-ahmad-saban

Untuk sampai ke Sorowako, para pendatang menggunakan transportasi darat dan udara. Namun untuk transportasi udara hanya bisa dinikmati melalui jalur penerbangan Makassar dan juga harus siap merogoh kocek kurang lebih 1,2 juta rupiah untuk satu ticket pesawat. Sementara jika menggunakan transportasi darat hanya akan mengeluarkan kurang lebih 150 ribu.

mengayuh-sampan-di-danau

Nama danau Matano diambil dari nama Desa Matano yang terletak di ujung barat danau karena di desa ini terdapat sebuah Mata Air yang tidak pernah kering dan airnya mengalir ke danau. Konon menurut orang-orang dahulu, bahwa Mata Air Matano ini adalah sumber airnya Danau Matano. Yang lebih menarik lagi karena danau ini dikelilingi oleh perbukitan hijau sehingga menjadi sebuah keindahan tersendiri. Apalagi jika kita memandang danau dari atas bukit, maka permukaan danau akan tampak seperti permukaan kaca yang membiru. Jika kita menyelam dan menyusuri daerah pinggiran, kita akan mendapati beberapa tempat dengan batu-batuan seperti batu endapan bekas lahar gunung berapi. Hanya saja sampai saat ini belum ada penelitian resmi apakah danau ini merupakan danau vulkanik atau bukan. Selain batu-batuan, ada juga sebuah goa yang tergenang air di mana pintu goa menghadap ke danau sehingga jika permukaan air surut kita akan melihat dengan jelas pintu goa yang menganga. Goa ini letaknya tidak jauh dari kota Sorowako.

gua-di-pinggiran-danau-matano_photo-oleh-arief-muttaqien

Setiap hari libur, danau Matano selalu menjadi obyek wisata yang ramai dikunjungi. Pengunjungnya bukan hanya berasal dari masyarakat setempat tapi juga dari luar wilayah Luwu Timur. Danau ini akan menjadi kolam renang gratis bagi pengujungnya karena selain airnya tawar, juga jernih dan sejuk. Pengunjung bisa menikmati pemandangan danau dengan berkeliling danau menggunakan katinting dan raft yang merupakan kendaraan khas di danau ini. Jika tertarik dengan olahraga Selam dan Selancar Angin, bisa bergabung dengan club yang sudah dibentuk para pecinta olahraga ini di Sorowako. Tidak hanya itu, bagi pecinta fotografi, wilayah danau memiliki banyak tempat untuk melakukan hunting. Tidak heran jika para fotografer di Sorowako tidak habis-habisnya mengabadikan pemandangan dan moment-moment indah yang terdapat di danau ini.

pelangi-di-atas-danau_photo-oleh-ahmad-saban

Setiap pagi, kita bisa menikmati sinar mentari yang bersinar dan membiasi permukaan danau. Belum lagi jika gumpalan awan terbentuk di atas danau atau di atas bukit, maka bias sinar mentari saat terbit dan terbenam akan menjadi daya tarik tersendiri. Sebuah likisan alam yang indah sangat indah.

salonsa

Danau ini memiliki beberapa ekosistem air tawar. Botini adalah ikan khas di danau ini. Ada juga ikan jenis lain seperti Mas, Mujair, Gabus dan Lele. Selain ikan, juga ada siput danau, tiram, kepiting dan udang yang masing-masing memiliki bentuk dan rasa yang khas. Setiap hari kita akan selalu melihat aktifitas masyarakat pencari ikan dengan cara-cara tradisional. Namun cara inilah yang paling cocok untuk tetap mempertahankan ekosistem danau.

photo-sorowako-dari-atas-bukit_photo-oleh-junaedy-suraba

Di samping keindahan alam danau Matano, keramahan masyarakat juga merupakan salah satu daya tarik yang akan membuat nyaman untuk berwisata ke daerah ini. Masyarakat sudah terbiasa berbaur dengan semua etnis dari mana saja. Bahkan orang asing pun banyak berkunjung dan bekerja di daerah ini. Ada pameo yang populer di daerah ini, jika sudah meminum air danau matano, berat rasanya untuk meninggalkannya. Atau akan selalu merindukannya. Entah benar atau tidak, yang bisa menjawab hanya yang merasakannya.(kms)

ETIKA BERBEDA PENDAPAT

Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu.

Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur’an dan Sunnah. Karena Allah Subhaanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya:

“Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul”. (An-Nisa: 59).

Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya, mencela dan menganggapnya cacat.

Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan, yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik.

Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain, kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang.

Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda.

Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah.

Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan, bantah-membantah dan kasar menghadapi lawan.

[Diambil Kitab "Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari" By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan]

Apakah anda mencintai pekerjaan anda?

Apabila seorang karyawan atau pekerja mencintai pekerjaanya, tentu dia akan selalu bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh. Tapi yang menjadi masalah jika dia tidak mencintai pekerjaannya. Hal ini akan menimbulkan banyak masalah di lokasi kerja. Suasana di tempat kerja selalu terasa tidak nyaman. Hubungan dengan rekan kerja dan atasan juga tidak akan harmonis karena orang yang tidak mencintai pekerjaannya tidak akan menunjukkan kinerja dan kerjasama yang baik. Apakah itu dari segi disiplin, komunikasi, kerjasama team maupun usaha untuk meningkatkan kecakapan diri sendiri. Sehingga membuat orang-orang di sekelilingnya merasa terganggu dan tidak nyaman. Jika mencintai pekerjaan ini tidak diusahakan untuk ditumbuhkan maka lambat laun akan semakin parah sehingga bisa menyebabkan menurunnya kinerja dan produksi.

Orang yang tidak mencintai pekerjaannya sangat jarang bahkan mungkin tidak ada yang berprestasi tinggi karena tidak menikmati pekerjaannya. Sementara orang-orang yang mencintai pekerjaan selalu berprestasi tinggi dan menikmati pekerjaannya dengan sepenuh hati. Penyebab utama tidak mencintai pekerjaan bukan karena adanya gejolak atau masalah di tempat kerja tetapi karena suatu konflik di dalam diri. Konflik diri ini biasanya muncul karena terputusnya roda pengembangan diri. Kalau kita berhenti mengembangkan diri , entah itu melalui pekerjaan atau pendidikan, maka cepat atau lambat kita akan diterpa oleh konflik diri, seiring dengan bertambahnya kebutuhan dan keinginan kita.

Ada beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan agar kita terhindar dari menurunnya rasa cinta kita kepada pekerjaan :

1. Memiliki Keinginan atau Impian.

Memiliki Keinginan atau Impian di mana keinginan atau impian itu hanya akan dicapai dengan bekerja sungguh-sungguh. Orang yang selalu bekerja dengan sungguh-sunggu akan menikmati pekerjaannya sehingga dia akan selalu memperlihatkan kinerja yang baik meskipun tidak berada dalam pengawasan.

2. Menambah Keinginan

Agar tidak mengalami kebosanan dan kemacetan dalam jenjang karir, seseorang perlu memambah keinginannya yang secara rasional mampu dicapai. Misalnya saja posisi saat ini adalah sebagai sales. Keinginan ke depannya menjadi seorang Supervisi. Maka dengan bertambahnya keinginan, seseorang akan menempuh cara agar bisa memenuhi keinginannya. Tentu saja cara yang dimaksud adalah sehat dan sesuai jalur yang sudah ditentukan. Keinginan ini akan menjadi motivasi untuk berprestasi.

3. Menambah Pengetahuan dan Kemampuan

Bertambahnya keinginan perlu didukung dengan pengetahuan dan kemampuan yang cukup. Maka seseorang harus berusaha untuk menambah pengetahuan dan kemampuannya. Aristotle menjelaskan bahwa, formula untuk berprestasi itu ada dua yaitu, pertama sebagai rumusan tujuan yang jelas tentang apa yang kita inginkan untuk menjadi atau memiliki, dan yang kedua, menemukan metode yang cocok. Metode ini banyak dan salah satunya adalah ilmu pengetahuan yang tepat untuk keadaan diri kita.

Fungsi pengetahuan dan kemampuan bagi keinginan kita adalah memberikan lebih banyak pilihan strategi dalam mewujudkan keinginan yang tidak hanya itu-itu saja. Selain itu, fungsi lain yang dimainkan oleh bertambahnya pengetahuan di kepala kita adalah memperbaruhi diri kita. Seperti kata Atkin, Ilmu pengetahuan yang kita dapatkan tidak saja membuat kita memiliki pengetahuan tetapi juga memperbaruhi definisi kita tentang diri kita.

4. Menambah Rasa Percaya Diri

Banyak orang yang mempunyai keinginan dan ditunjang oleh pengetahuan dan kemampuan yang cukup namun mereka tidak memeiliki rasa percaya diri atau keberanian untuk menerima tantangan dalam pekerjaan. Misalnya ketika ada peluang untuk naik ke posisi yang lebih tinggi, tetapi karena tidak memiliki rasa percaya diri maka kesempatan itu menjadi hilang begitu saja. Cara mudah untuk menambah rasa percaya diri adalah dengan tidak memandang rendah diri kita.

Parameter yang paling baik untuk mengukur kemampuan kita adalah orang-orang di sekeliling kita seperti keluarga, teman, rekan kerja dan atasan kita. Jika orang-orang itu telah memberikan sinyal akan kemampuan kita maka kesempatan buat kita untuk membuktikannya. Ingat bahwa kesuksesan orang-orang besar tidak didapatkan begitu saja tetapi dimulai dengan keberanian untuk memulai.

Sebagai kesimpulan bahwa keempat hal di atas hanyalah sebagian kecil dari berbagai hal yang bisa dilakukan agar kita bisa meningkatkan rasa cinta kita kepada pekerjaan. Kecintaan kita kepada pekerjaan adalah faktor utama untuk meraih sukses yang kita harapkan.

Herman Chain menyimpulkan: “Kesuksesan bukanlah kunci kebahagian. Kebahagianlah yang menjadi kunci kesuksesan. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan maka kamu akan sukses.” Puisi cinta mengatakan: “Anda tidak mencintai seorang wanita karena dia cantik tetapi si dia akan menjadi cantik karena anda mencintainya.” Benarkah begitu..? Tanyakan pada diri anda.(kms)

Meraih Cinta Allah, Rasulullah dan Manusia dengan Akhlaq yang Baik

Meraih Cinta Allah, Rasulullah dan Manusia dengan Akhlaq yang Baik

Akhlaq adalah satu bentuk yang kuat di dalam jiwa sebagai sumber perbuatan otomatis dengan sukarela, baik atau buruk, indah atau jelek, sesuai pembawaannya, ia menerima pengaruh pendidikan kepadanya baik maupun jelek. Di dalam agama Islam, akhlaq menempati kedudukan yang tinggi dan merupakan penyempurna iman seseorang. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

“Kemuliaan orang adalah agamanya, harga dirinya (kehormatannya) adalah akalnya, sedangkan ketinggian kedudukannya adalah akhlaknya”. (HR. Ahmad dan Al Hakim)

Akhlaq ini berbanding lurus dengan keimanan. Semakin tinggi iman seseorang maka akan semakin baik pula aklaqnya. Apakah itu akhlaq kepada Allah, manusia, binatang bahkan benda mati. Jadi suatu hal yang sangat janggal jika ada orang yang mengaku agamanya sudah sempurna tapi akhlaq atau perilakunya di dunia banyak menyakiti manusia, merusak lingkungan, menciptakan ketakutan dengan kejahatannya dan lain-lain. Orang-orang seperti ini akan memperoleh kedudukan paling buruk di sisi Allah sebagaimana dalam hadits Rasulullah yang artinya :

”Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah ialah yang dijauhi manusia karena ditakuti kejahatannya.” (Mutafaq’alaih)

Jika kita rajin membaca hadits-hadits dan sejarah Nabi Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam kita akan mendapatkan bahwa akhlaq beliau sangat sempurna. Jangankan sahabat-sahabat beliau, musuh-musuhnya pun mengakui kebaikan akhlaqnya. Waktu beliau masih muda, dia digelari Al-Amin (Yang Jujur) karena kejujurannya. Banyak orang-orang yang mengikuti apa yang beliau ajarkan saat itu karena tertarik dan kagum terhadap kebaikan akhlaqnya.

Saat ini kita mungkin mengaku sebagai pengikut Muhammad yang setia, tapi kita tidak berusaha mengikuti akhlaq dan apa-apa yang beliau ajarkan. Hal yang paling mudah dan murahpun kadang-kadang sulit kita lakukan. Misalnya saja tersenyum atau berwajah ceria jika berjumpa dengan orang-orang, padahal dalam hadits dikatakan bahwa senyum adalah sedekah. Sebaliknya kita malah berwajah muram. Belum lagi tutur kata yang kasar, hati yang cepat panas, berprasangka buruk, hampir semua kita miliki. Padahal Rasulullah telah memberitakan melalui hadits yang artinya :

” Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati”. (HR. Ad-Dailami).

Kalau kita berani mengaku sebagai pengikut Nabi Muhammad, maka kita juga harus berani mengikuti akhlaq beliau yang mulia. Memiliki akhalq yang baik tidak hanya menguntungkan kita di akhirat tapi juga di dunia. Sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain maka seharusnya kita berusaha dengan memperbaiki akhlaq. Untuk menarik simpati manusia tidak bisa dengan harta atau uang tetapi dengan akhlaq yang baik sebagaimana disabdakan Rasulullah yang artinya :

” Kamu tidak bisa memperoleh simpati semua orang dengan hartamu tetapi dengan wajah yang menarik) dan dengan akhlak yang baik.” (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi)”.

Beberapa contoh akhlaq yang baik seperti : sabar, jujur, dermawan, tawakkal kepada Allah, mengutamakan orang lain, adil dan seimbang dalam memutuskan perkara, kasih sayang, malu berbuat maksiat, berkata lemah lembut, suka menolong dan murah senyum.

Sedangkan contoh akhlaq yang buruk adalah : kedzoliman, dengki, menipu, riya (beramal agar dilihat orang lain atau pamer), ujub (bangga diri), malas, ghibah (menceritakan kejelekan orang lain), namimah (mengadu domba), kikir, sombong, khianat, pembohong, berprasangka buruk dan masih banyak lagi.

Sebagai kesimpulan bahwa kedudukan akhlaq ini sangat tinggi di hadapan Allah. Jika ingin dicintai oleh Allah & Rasul-Nya maka kita harus memiliki dan mempertahankan akhlaq yang baik. Bahkan untuk memperoleh simpati manusia pun bukan dengan harta atau wajah yang menarik (cantik atau tampan), akan tetapi dengan akhlaq yang baik.(kms)